5 Tips Utama Membeli Rumah Pertama Bagi Rumah Tangga Baru

 


Membeli rumah untuk pertama kalinya merupakan sebuah keputusan besar dalam kehidupan manusia. Terutama bila Anda adalah pasangan rumah tangga baru.

 

Membeli rumah akan sangat memberi pengaruh pada kehidupan rumah tangga, terutama pada sektor finansial.

 

Proses membeli rumah terdiri dari banyak langkah yang harus Anda lewati. Tidak sedikit dari langkah-langkah tersebut akan mengganjal perjalanan Anda. Sayangnya, ada saja kasus di mana pembeli melupakan pertimbangan-pertimbangan penting.

 

Akhirnya, proses pembelian rumah jadi terkendala dan langkah memiliki rumah terganjal.

 

Untuk mengurangi risiko saat proses pembelian rumah, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda jadikan patokan utama:

 

1. Mendapatkan rumah yang pas

Ada pepatah Jawa yang mengatakan bahwa membeli rumah hampir sama seperti mendapatkan jodoh. Hal ini dapat dimaklumi sebab ada banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih rumah yang tepat.

 

Pertimbangan pertama adalah kondisi internal rumah itu sendiri. Anda harus mempertimbangkan luas tanah, luas bangunan, harga per meter, jumlah ruangan, garasi, sumber air, septic tank, dan lain sebagainya.

 

Pertimbangan kedua adalah lingkungan sekitar rumah. Beberapa contoh yang wajib Anda pertimbangkan adalah kondisi keamanan sekitar rumah, tetangga rumah, jarak rumah dari sungai, fasilitas kesehatan terdekat, berbagai jenis polusi yang mungkin hadir, tingkat kepadatan penduduk, dan lain sebagainya.

 

Apabila sebuah rumah sesuai dengan kombinasi dari banyak pertimbangan tersebut, maka itulah rumah yang tepat untuk Anda.

 

2. Kemampuan keuangan

Mengetahui sejauh mana kemampuan finansial Anda adalah hal penting.

 

Dengan begitu, Anda memiliki batas maksimal dan batas minimal harga rumah yang akan Anda beli.

 

Untuk itu, Anda harus mengetahui berapa banyak penghasilan, berapa banyak tabungan, berapa banyak konsumsi bulanan, dan proyeksi keuangan Anda di masa depan.

 

Hal ini penting sebab saat rumah sudah Anda miliki, akan ada beberapa pengeluaran baru yang akan memberi efek pada sektor finansial.

 

Mulai dari cicilan kredit rumah, biaya asuransi, beli furniture, biaya listrik, biaya sampah, dan beberapa jenis beban lain.

 

Langkah penting berikutnya yang perlu Anda pastikan adalah memiliki saldo darurat untuk kebutuhan rumah Anda. Saldo darurat ini bisa digunakan saat rumah mengalami kondisi darurat yang tidak bisa diperkirakan seperti genteng bocor, got meluber, banjir, dan lain-lain.

 

3.  Memilih KPR

Membeli rumah dengan KPR (Kredit Pembelian Rumah) adalah hal lumrah. Tidak perlu dengan cicilan KPR. Selama Anda memiliki pertimbangan yang baik, KPR pasti lunas.

 

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih KPR.

 

A. Perhatikan bunga yang dibebankan. Anda harus mengetahui jenis bunga yang dibebankan.

B. Coba pahami bagaimana bank memberi policy saat ada perubahan suku bunga.

C. Pahami syarat, penalti, dan kondisi yang diterapkan bank bila KPR lunas lebih awal.

D. Jumlah dana yang harus disiapkan untuk biaya notaris, akta jual beli PPAT, dan lainnya saat di awal transaksi KPR.

 

Ada berbagai pertimbangan, syarat, dan kondisi KPR yang harus Anda pahami. Karena itu, sebisa mungkin hindari menentukan pemilihan KPR yang terlalu cepat.

 

Bujuk rayu marketing KPR memang memabukkan tapi memilih KPR menuntut Anda sadar 100%. Cukup pasangan Anda yang membuat Anda mabuk asmara.

 

4. Kondisi pasar properti memang penting tapi bukan segalanya

Pasar properti memang perlu Anda jadikan rujukan. Akan tetapi jangan sampai terjebak dalam perburuan dan harapan-harapan palsu pasar properti.

 

Apabila Anda menemukan rumah yang pas dengan berbagai kombinasi pertimbangan, maka Anda harus segera bergerak memilikinya.

 

Umumnya, orang terjebak menunggu suku bunga turun atau menunggu harga rumah turun karena kondisi ekonomi makro Indonesia.

 

Tetapkan batas waktu dan target yang jelas sampai kapan Anda melihat kondisi pasar properti. Dengan begitu, Anda tidak akan terlena dalam pencarian tanpa batas waktu.

 

5. Integritas pengembang rumah

Developer atau pengembang adalah pihak yang patut Anda kuliti sepenuhnya. Dengan mengetahui portofolio pengembang, Anda bisa memastikan apakah pengembang tersebut berintegritas atau tidak.

 

Mengetahui integritas pengembang termasuk pertimbangan utama Anda. Apabila Anda berhubungan dengan pengembang yang integritasnya baik, perjalanan Anda memiliki rumah baru akan mulus dan lancar.

 

Sebaliknya, jika pengembang Anda memiliki integritas buruk, perjalanan Anda akan cukup terjal. Kasus pembeli yang bermasalah dengan pengembang juga tidak sedikit di Indonesia.

 

Beberapa pertimbangan saat memilih integritas adalah portofolio kompleks rumah yang sudah dibangun, PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli), fasilitas KPR dan notaris yang disediakan, proses balik nama, dan lain sebagainya.

 

Kelima pertimbangan utama jadi kunci memiliki rumah. Ada banyak kombinasi yang harus Anda cocokkan dan sesuaikan. Oleh sebab itu, perhatikan timeline waktu Anda. Membeli rumah tidak bisa dalam waktu satu-dua bulan. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

 

Dengan menentukan target dan timeline waktu, Anda akan lebih jelas membuat kombinasi pertimbangan-pertimbangan di atas.

Komentar